Standar Penamaan Infrastruktur & Workload#
| Versi | 2.0 |
| Tanggal | 2026-08-04 |
| Status | Draft — menunggu approval |
| Pemilik dokumen | Tim Infrastruktur |
| Berlaku untuk | Seluruh cluster virtualisasi, host, endpoint infrastruktur, VM/container workload |
| Menggantikan | Standar Penamaan Infrastruktur v1.0 (2026-08-03) dan Naming VM Conventions (halaman wiki existing) |
0. Ringkasan Perubahan dari Dua Dokumen Sumber#
Dokumen ini menggabungkan dua sumber yang selama ini berdiri sendiri:
| Sumber | Cakupan lama | Nasib di v2.0 |
|---|---|---|
| Naming VM Conventions (wiki) | VM workload: company, site, branch, environment, workload, hardware code | Diserap. Kamus site/branch/company dipertahankan penuh. |
| Standar Penamaan Infrastruktur v1.0 | Host fisik, cluster, IPMI, CVM, storage, IP plan | Diserap. Pola node/cluster dipertahankan penuh. |
Keputusan penggabungan yang perlu di-approve (rasional ada di section terkait):
| # | Keputusan | Referensi |
|---|---|---|
| K1 | Prefix company (trim- / tram-) dipertahankan dan diwajibkan di semua objek, termasuk objek infrastruktur | §2.6, §4.1 |
| K2 | Urutan segmen dibakukan env → site (...-prd-t1-...), bukan site → env | §3 |
| K3 | Hardware code (comp, stor, nas, hci) dipensiunkan dari nama, pindah jadi kolom CMDB; digantikan kombinasi class + platform | §4.7 |
| K4 | Environment digabung jadi 4 nilai: shr, prd, stg, dev | §4.3 |
| K5 | Site code dilanjutkan lengkap (t1–t4, g1, b1, b2) + branch (c01–c10), ditulis huruf kecil | §4.4 |
| K6 | tx diresmikan sebagai site code khusus objek yang tidak terikat lokasi (template/image) | §4.4 |
| K7 | Nama objek di hypervisor boleh berbeda dari hostname OS untuk VM Windows domain-joined | §8.3, §11.2 |
| K8 | Nama existing yang tidak sesuai tidak di-rename massal — dicatat sebagai grandfathered dengan target name | §12 |
1. Tujuan#
Menetapkan aturan penamaan tunggal untuk seluruh objek infrastruktur dan workload agar:
- Identitas, kepemilikan entitas, lokasi, environment, dan keanggotaan cluster terbaca langsung dari nama — tanpa perlu membuka CMDB saat menangani insiden
- Tidak terjadi tabrakan nama saat cluster, site, atau entitas baru ditambahkan
- Nama tetap valid untuk DNS, NetBIOS, dan device-mapper, serta konsisten di monitoring, firewall rule, dan dokumen audit
- Aturan tidak berubah saat teknologi atau arsitektur berubah
2. Prinsip Dasar#
Nama menyatakan identitas dan lokasi, bukan atribut yang berubah. Status fisik/virtual, arsitektur (HCI vs 3-tier), fungsi bisnis, dan kapasitas disimpan sebagai kolom di IP Plan/CMDB — tidak di-hardcode ke dalam nama. VM bisa di-P2V, cluster 3-tier bisa jadi HCI, fungsi cluster bisa bergeser.
Satu token, satu arti. Tidak boleh ada dua token yang menyatakan hal sama (
hci+ntnx+clusterdalam satu nama).Konsisten lintas platform. Pola yang sama berlaku untuk Nutanix, Proxmox, Incus, dan Kubernetes.
DNS-safe. Hanya huruf kecil, angka, dan hyphen. Tanpa underscore, tanpa titik, tanpa spasi. Token yang di dokumen lama ditulis kapital (
T1,C01,TRIM) ditulis huruf kecil di nama objek.Suffix di belakang sequence.
-01-ipmi, bukan-ipmi-01— agar seluruh record milik satu node berurutan saat di-sort.Entitas pemilik ada di depan. Infrastruktur dipakai bersama oleh lebih dari satu badan hukum (TRIM dan TRAM). Prefix company menjaga pemisahan itu tetap terbaca di log, firewall rule, dan tagihan — dan mempertahankan kompatibilitas dengan ribuan nama yang sudah terpasang hari ini.
3. Struktur Nama#
Urutan segmen selalu sama di semua pola: company → class → environment → site → identitas.
Catatan K2. Beberapa nama lama memakai urutan site → env (
trim-vm-t1-stg-aml-smart). Urutan yang benar adalah env → site (trim-vm-stg-t1-aml-smart), karena environment adalah pemisah paling kasar dan paling sering dijadikan filter/ACL. Sorting nama akan mengelompokkan environment dulu, baru lokasi.
3.1 Objek level node (fisik & infrastruktur)#
<company>-<class>-<env>-<site>-<platform><cluster-seq>-<node-seq>[-<suffix>]Contoh: trim-phcs-prd-t1-ntnx01-03-ipmi
| Segmen | Isi | Contoh |
|---|---|---|
| company | entitas pemilik | trim, tram |
| class | kelas objek | phcs, vm, ctr, sto |
| env | environment | shr, prd, stg, dev |
| site | kode lokasi | t1, t2, g1, c01 |
| platform + seq | platform + nomor cluster | ntnx01, pve01, inc01 |
| node-seq | nomor node dalam cluster | 01–99 |
| suffix | turunan objek (opsional) | ipmi, cvm, bp |
3.2 Objek level cluster#
<company>-cl-<env>-<site>-<platform><cluster-seq>[-<suffix>]Contoh: trim-cl-prd-t1-ntnx01-vip
Prefix cl- bersifat netral terhadap arsitektur — berlaku untuk HCI maupun 3-tier.
3.3 Objek workload (VM / container aplikasi)#
<company>-<class>-<env>-<site>-<app>[-<sub>][-<seq>]Contoh: trim-vm-prd-t1-payment-gw, trim-vm-stg-t1-aml-smart, trim-vm-prd-t1-nats-trima-01
Ini adalah format lama trim-vm-{Environment}-{Data_Center_Codes}-{Name_Server} yang dipertahankan apa adanya — hanya {Name_Server} yang sekarang punya aturan turunan di §8.
4. Kamus Token#
4.1 Company (prefix wajib)#
| Token | Entitas |
|---|---|
trim | Trimegah Sekuritas |
tram | Trimegah Asset Management |
4.2 Class#
| Token | Arti |
|---|---|
phcs | Perangkat fisik / baremetal (host, IPMI) |
vm | Virtual machine (CVM, VM infrastruktur, VM aplikasi) |
ctr | Container / instance container (Incus, Docker host-managed) |
cl | Objek level cluster (cluster name, VIP, DSIP) |
sto | Storage appliance (termasuk NAS) |
sw | Switch |
fw | Firewall |
4.3 Environment#
| Token | Arti |
|---|---|
shr | Shared — dipakai lintas environment (infrastruktur, template, tooling) |
prd | Production |
stg | Staging / UAT |
dev | Development |
shr dipakai untuk objek yang melayani semua environment sekaligus — host cluster, NTP master, image template. Salah kaprah yang harus dihindari: host shr boleh menjalankan VM prd; environment host tidak menular ke workload di atasnya.
4.4 Site#
Data center & cloud:
| Token | Lokasi |
|---|---|
t1 | Bittera — Data Center utama |
t2 | Elitery — DRC |
t3 | NTT |
t4 | Energy |
g1 | GCP (asia-southeast2) |
b1 | TRIM-HO (kantor pusat Trimegah Sekuritas) |
b2 | TRAM-HO (kantor pusat Trimegah Asset Management) |
tx | Tidak terikat lokasi — hanya untuk template/image yang bisa hidup di site mana pun |
Branch:
| Token | Lokasi | Token | Lokasi | |
|---|---|---|---|---|
c01 | Medan | c06 | Solo | |
c02 | Bandung | c07 | Semarang | |
c03 | Cirebon | c08 | Surabaya | |
c04 | Kelapa Gading | c09 | Bali | |
c05 | BSD | c10 | Makassar |
Site code wajib ada di semua nama. Tanpa itu, nama di DC dan DRC akan identik. Ruang kode tidak bertabrakan karena huruf awal berbeda:
t*= DC,g*= cloud,b*= kantor pusat,c*= cabang.Tentang
tx(K6). Token ini sudah dipakai di lapangan (trim-vm-shr-tx-template-win2022) tetapi tidak pernah didaftarkan. Diresmikan sebatas untuk template dan image — objek yang identitasnya tidak boleh terikat lokasi karena akan di-copy ke site lain. Instance hasil clone wajib memakai site code sebenarnya.
4.5 Platform#
| Token | Platform |
|---|---|
ntnx | Nutanix AHV |
pve | Proxmox VE |
inc | Incus / LXD |
k8s | Kubernetes |
vmw | VMware vSphere (bila ada) |
4.6 Suffix#
| Suffix | Arti | Berlaku di |
|---|---|---|
-ipmi | Out-of-band management | Node fisik |
-cvm | Controller VM | Nutanix |
-bp | Backplane interface (CVM eth2) | Nutanix |
-vip | Virtual IP (akses UI/API cluster) | Cluster |
-dsip | Data Services IP (target iSCSI) | Cluster |
-iscsi-a / -iscsi-b | Portal iSCSI per path | Storage appliance |
4.7 Hardware Code — Dipensiunkan dari Nama (K3)#
Dokumen lama memakai token comp (Computes Server), stor (Storages Server), nas (Storages NAS), dan hci (HCI Nutanix / Proxmox CEPH) di dalam nama.
Empat token ini tidak lagi dipakai di nama objek. Alasannya:
hcimelanggar Prinsip 1 — arsitektur bisa berubah. Cluster 3-tier yang di-upgrade jadi HCI akan menyisakan nama yang berbohong, dan rename cluster produksi bukan operasi murah (§13).hcijuga melanggar Prinsip 2 — informasinya sudah dibawa token platform.ntnxsudah pasti HCI;pve+ CEPH sudah pasti HCI. Menulis keduanya adalah duplikasi yang cepat atau lambat jadi tidak sinkron.compvsstorbukan atribut identitas melainkan peran, dan peran adalah kolom yang bisa di-query, bukan string yang perlu di-parse. Node compute yang dipasangi disk lokal jadi storage tidak boleh perlu di-rename.nassudah tercakup classsto.
Nilainya tetap disimpan — sebagai kolom Hardware Role di IP Plan/CMDB dengan nilai: COMPUTE, STORAGE, NAS, HCI, NETWORK.
Pemetaan:
| Token lama | Pengganti di nama | Kolom CMDB |
|---|---|---|
comp | phcs + platform (inc01, pve01) | Hardware Role = COMPUTE |
stor | phcs atau sto | Hardware Role = STORAGE |
nas | sto | Hardware Role = NAS |
hci | platform (ntnx, pve) | Hardware Role = HCI |
5. Kamus Kind / Function#
Nilai yang diizinkan pada kolom Kind Function di IP Plan:
| Kind | Keterangan |
|---|---|
IPMI/OOB | Baseboard management controller |
AHV | Hypervisor host Nutanix |
PVE | Hypervisor host Proxmox |
INCUS | Host Incus |
CVM | Nutanix Controller VM (eth0 / management) |
BACKPLANE | CVM eth2 — replikasi RF, L2 only |
CLUSTER | Identitas cluster (tanpa IP) |
VIP | Virtual IP cluster — akses Prism UI/API |
DSIP | Data Services IP — target iSCSI / Volume Group |
COROSYNC | Jaringan quorum Proxmox |
STORAGE | Storage appliance |
ISCSI-PORTAL | Portal iSCSI (satu baris per path) |
WORKLOAD | VM/container aplikasi |
Catatan penting:
VIPdanDSIPadalah dua objek berbeda dengan IP berbeda. VIP untuk akses Prism, DSIP untuk iSCSI. Jangan tertukar — kesalahan ini menurun ke firewall rule.CLUSTERtidak memiliki IP tersendiri. Field Cluster External IP di Prism adalah VIP. Isi kolom IP dengan-.- Gunakan
DSIP, bukanDISP.DISPbukan istilah Nutanix.
6. Kolom Wajib di IP Plan / CMDB#
Karena banyak atribut sengaja dikeluarkan dari nama, kolom berikut menjadi wajib:
| Kolom | Isi | Contoh |
|---|---|---|
| Hostname | Nama formal sesuai standar ini | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-01 |
| Company | Entitas pemilik | TRIM |
| Cluster | Nama cluster induk | trim-cl-prd-t1-ntnx01 |
| Platform | Nutanix / Proxmox / Incus / K8s | Nutanix |
| Kind Function | Kamus §5 | AHV |
| Hardware Role | Kamus §4.7 | HCI |
| Site | Kamus §4.4 | t1 (Bittera) |
| IP | Alamat, atau - | 10.25.31.10 |
| Label | Hostname node induk | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-01 |
| OS Hostname | Hostname di dalam OS bila berbeda | prd-t1-h2hprm01 |
| Status | active / grandfathered / decommissioned | active |
Kolom Label berisi hostname node induk — kunci pengelompokan agar seluruh record satu node (host, IPMI, CVM, backplane) bisa ditarik dengan satu filter meski prefix-nya berbeda.
7. Contoh Lengkap — Cluster Nutanix#
Cluster: trim-cl-prd-t1-ntnx01 · Site T1 (Bittera) · Production · 4 node
| Hostname | Cluster | Kind | IP | Label (node induk) |
|---|---|---|---|---|
| trim-phcs-prd-t1-ntnx01-01-ipmi | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | IPMI/OOB | 10.25.66.2 | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-01 |
| trim-phcs-prd-t1-ntnx01-02-ipmi | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | IPMI/OOB | 10.25.66.3 | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-02 |
| trim-phcs-prd-t1-ntnx01-03-ipmi | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | IPMI/OOB | 10.25.66.4 | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-03 |
| trim-phcs-prd-t1-ntnx01-04-ipmi | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | IPMI/OOB | 10.25.66.5 | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-04 |
| trim-phcs-prd-t1-ntnx01-01 | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | AHV | 10.25.31.10 | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-01 |
| trim-phcs-prd-t1-ntnx01-02 | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | AHV | 10.25.31.11 | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-02 |
| trim-phcs-prd-t1-ntnx01-03 | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | AHV | 10.25.31.12 | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-03 |
| trim-phcs-prd-t1-ntnx01-04 | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | AHV | 10.25.31.13 | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-04 |
| trim-vm-prd-t1-ntnx01-01-cvm | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | CVM | 10.25.31.20 | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-01 |
| trim-vm-prd-t1-ntnx01-02-cvm | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | CVM | 10.25.31.21 | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-02 |
| trim-vm-prd-t1-ntnx01-03-cvm | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | CVM | 10.25.31.22 | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-03 |
| trim-vm-prd-t1-ntnx01-04-cvm | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | CVM | 10.25.31.23 | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-04 |
| trim-vm-prd-t1-ntnx01-01-bp | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | BACKPLANE | TBC | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-01 |
| trim-vm-prd-t1-ntnx01-02-bp | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | BACKPLANE | TBC | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-02 |
| trim-vm-prd-t1-ntnx01-03-bp | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | BACKPLANE | TBC | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-03 |
| trim-vm-prd-t1-ntnx01-04-bp | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | BACKPLANE | TBC | trim-phcs-prd-t1-ntnx01-04 |
| trim-cl-prd-t1-ntnx01 | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | CLUSTER | – | – |
| trim-cl-prd-t1-ntnx01-vip | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | VIP | 10.25.31.30 | – |
| trim-cl-prd-t1-ntnx01-dsip | trim-cl-prd-t1-ntnx01 | DSIP | 10.25.31.31 | – |
Nama terpanjang: 31 karakter — aman terhadap batas label DNS 63 karakter (§11.1).
8. Contoh — Platform Lain#
8.1 Proxmox VE (3-tier, shared storage)#
trim-cl-prd-t1-pve01 CLUSTER
trim-phcs-prd-t1-pve01-01 … -04 PVE
trim-phcs-prd-t1-pve01-01-ipmi IPMI/OOBObjek tambahan yang wajib didaftarkan:
| Kind | Contoh | Catatan |
|---|---|---|
COROSYNC | jaringan quorum | VLAN terpisah dari storage dan VM. Corosync sensitif terhadap latency; jika berbagi jalur dengan storage yang jenuh, node bisa ter-fence padahal sehat. |
QDEVICE | tie-breaker quorum | Diperlukan jika jumlah node genap |
8.2 Incus#
trim-cl-shr-t1-inc01 CLUSTER
trim-phcs-shr-t1-inc01-01 … -04 INCUS
trim-phcs-shr-t1-inc01-01-ipmi IPMI/OOBTidak ada CVM. Objek storage didaftarkan terpisah:
| Kind | Contoh |
|---|---|
STORAGE | trim-sto-shr-t1-qnap01 |
STORAGE | trim-sto-shr-t1-qnap02 (pasangan HA pasif) |
ISCSI-PORTAL | trim-sto-shr-t1-qnap01-iscsi-a |
ISCSI-PORTAL | trim-sto-shr-t1-qnap01-iscsi-b |
Dua portal didaftarkan sebagai baris terpisah agar keberadaan dua path multipath terlihat eksplisit dan terjaga. Jika saat ini hanya ada satu path (mis. storage HA active/passive dengan satu floating IP), baris kedua tetap didaftarkan dengan status not-implemented — supaya kekurangan redundansi terlihat di dokumen, bukan hanya di kepala orang yang memasangnya.
Objek internal Incus (bukan hostname, tapi tetap perlu konsisten):
| Objek | Pola | Contoh |
|---|---|---|
| Storage pool | pool-<backend>-<media>-<seq> | pool-qnap-ssd-01 |
| Volume group | vg-<backend>-<media>-<seq> | vg-qnap-ssd-01 |
| Profile | <company>-<fungsi> | trim-cloudinit-rockylinux |
| Project | Kapital, sesuai environment | Production, Staging, Templates |
Nama pool dan project ikut masuk ke nama device-mapper. Jangan panjangkan tanpa perlu — lihat §11.3.
8.3 Kubernetes#
trim-cl-prd-t1-k8s01 CLUSTER
trim-vm-prd-t1-k8s01-cp01 control plane
trim-vm-prd-t1-k8s01-w01 worker
trim-cl-prd-t1-k8s01-vip API server VIP9. Penamaan Workload#
9.1 Pola#
<company>-<class>-<env>-<site>-<app>[-<sub>][-<seq>]| Segmen | Aturan |
|---|---|
<app> | Nama aplikasi/sistem, huruf kecil, ringkas. Contoh: oms, rdndb, nats, payment, aml, s21 |
<sub> | Komponen atau varian dari aplikasi yang sama. Contoh: gw, db, smart, h2h-permata |
<seq> | 01–99, wajib bila ada lebih dari satu instance dengan peran sama |
Contoh yang sah:
| Nama | Arti |
|---|---|
trim-vm-prd-t1-nats-trima-01 | NATS untuk aplikasi TRIMA, produksi, Bittera |
trim-vm-prd-t1-payment-gw | Payment gateway |
trim-vm-stg-t1-aml-smart | AML Smart, staging |
trim-vm-stg-t1-s21-mssql | Database MSSQL untuk S21 |
trim-vm-shr-t1-ntp-master-01 | NTP master, melayani semua environment |
trim-vm-shr-tx-template-win2022 | Template Windows Server 2022, tidak terikat site |
9.2 Yang tidak boleh masuk nama workload#
- Nama vendor atau nama PIC (
-altros,-pakhadi) — orang dan vendor berganti, VM tidak - Nomor tiket (
-devops5249) — tiket ada di kolom CMDB - Ukuran atau spesifikasi (
-16gb,-8vcpu) — berubah saat resize - Kata
server,vm,new,test,temp,old,backupsebagai penanda status - Tanggal
9.3 VM Windows domain-joined (K7)#
Ini konflik nyata dan perlu diperlakukan eksplisit: prefix trim-vm-prd-t1- saja sudah 15 karakter, yaitu seluruh jatah NetBIOS. Artinya tidak ada nama workload sesuai standar ini yang muat sebagai computer name Windows.
Aturannya:
Nama objek di hypervisor (Incus instance / Nutanix VM name) memakai pola penuh §9.1.
Computer name di dalam OS Windows memakai pola pendek:
<env>-<site>-<app><seq>Contoh:
prd-t1-h2hprm01(15 karakter),stg-t1-mssqls21(15 karakter).Keduanya wajib dicatat di CMDB: kolom
Hostnameuntuk nama panjang, kolomOS Hostnameuntuk nama pendek.DNS: A record dibuat untuk kedua nama, menunjuk IP yang sama (§10).
VM Linux tidak terkena batasan ini — hostname OS mengikuti nama panjang apa adanya.
10. DNS#
- Semua objek mendapat A record dengan nama formal sesuai standar ini
- VM Windows domain-joined mendapat A record tambahan untuk nama pendek NetBIOS-nya (biasanya didaftarkan otomatis oleh AD — verifikasi, jangan asumsikan)
- Untuk endpoint yang sering diakses manusia, tambahkan CNAME yang mudah diingat:
prism-t1.trimegah.co.id CNAME trim-cl-prd-t1-ntnx01-vip
incus-t1.trimegah.co.id CNAME trim-phcs-shr-t1-inc01-01A record tetap formal untuk keperluan audit; CNAME untuk pemakaian sehari-hari.
- Reverse (PTR) record wajib dibuat untuk seluruh IP host, CVM, dan IPMI.
11. Aturan Alokasi IP#
- VIP dan DSIP wajib berada di subnet yang sama dengan CVM eth0. Tidak boleh di subnet terpisah.
- Backplane wajib subnet + VLAN sendiri, L2 only — tanpa SVI, tanpa gateway, tanpa routing. Isi kolom Gateway dengan
none. - IPMI wajib subnet + VLAN terpisah dari management. Akses dibatasi hanya dari jump host / PAW. Gateway OOB harus dilayani perangkat fisik yang independen dari cluster — jika tidak, akses OOB hilang tepat saat cluster down.
- Setiap cluster mendapat blok subnet sendiri. Cluster kedua tidak melanjutkan nomor di subnet cluster pertama — agar ACL dan log dapat membedakan cluster, dan ruang ekspansi tiap cluster tetap utuh.
- Sisakan ruang ekspansi minimal 6 alamat per blok (host, CVM) untuk penambahan node.
Contoh alokasi dua cluster di site yang sama:
| ntnx01 | ntnx02 | |
|---|---|---|
| IPMI | 10.25.66.0/24 | 10.25.67.0/24 |
| Host | 10.25.31.10–13 | 10.25.32.10–13 |
| CVM | 10.25.31.20–23 | 10.25.32.20–23 |
| VIP / DSIP | 10.25.31.30 / .31 | 10.25.32.30 / .31 |
| Backplane | VLAN A | VLAN B (terpisah) |
12. Batasan Teknis#
12.1 Batas umum#
| Batasan | Nilai | Berlaku pada |
|---|---|---|
| Panjang label DNS | maks. 63 karakter | Semua |
| Panjang FQDN | maks. 253 karakter | Semua |
| NetBIOS / computer name | maks. 15 karakter | VM Windows domain-joined |
| Karakter diizinkan | a–z, 0–9, - | Semua |
| Tidak boleh diawali/diakhiri | hyphen | Semua |
| Nama cluster Nutanix | verifikasi ke platform sebelum apply | Nutanix |
Verifikasi penerimaan nama cluster oleh platform sebelum diterapkan:
ncli cluster edit-params new-name=<nama>12.2 Nama instance di Incus dengan storage lvmcluster#
Batas yang paling mudah dilanggar dan paling tidak terduga bukan DNS, melainkan device-mapper (DM_NAME_LEN = 128, praktis 127 karakter usable).
Incus menyusun nama LV sebagai gabungan pool + project + instance + snapshot, lalu device-mapper melakukan escaping - → --. Karena Incus sudah melakukan escaping sekali, setiap hyphen di nama instance muncul sebagai 4 karakter di nama DM.
Bentuk nyata yang gagal di lingkungan kita:
vg--qnap--hdd--01-virtual--machines_Templates_trim----vm----shr----tx----template----win2022--trim----vm----shr----tx----template----win2022.block→ lvchange --activate sy gagal exit 5, “Name too long. Failed to set device name”.
Rumus anggaran (asumsi VG vg-qnap-hdd-01 dan project Templates):
46 + (L + 3h) + 2 + (S + 3hs) + 6 ≤ 127dengan L/h = panjang & jumlah hyphen nama instance, S/hs = panjang & jumlah hyphen nama snapshot. Konstanta 46 berubah bila nama VG, pool, atau project berubah.
Aturan praktis yang diambil dari rumus di atas:
| Objek | Batas |
|---|---|
| Nama instance di pool lvmcluster | ≤ 32 karakter, ≤ 6 hyphen |
| Nama snapshot | ≤ 12 karakter, tanpa hyphen |
| Nama project | ≤ 12 karakter |
Penyebab kegagalan di contoh di atas bukan nama instance-nya, melainkan nama snapshot yang dibuat sama persis dengan nama instance — dua kali 46 karakter. Snapshot dinamai
snap01,pre-patch(tanpa hyphen:prepatch), atau tanggal20260803, bukan diulang dari nama instance.
12.3 Ringkasan batas efektif per platform#
| Platform | Batas paling ketat | Nilai efektif |
|---|---|---|
| Nutanix / Proxmox (Linux guest) | DNS label | 63 |
| Windows domain-joined | NetBIOS | 15 (pakai nama pendek §9.3) |
| Incus + lvmcluster | device-mapper | 32 (instance), 12 (snapshot) |
| Kubernetes | RFC 1123 label | 63 |
13. Migrasi dari Konvensi Lama (K8)#
Nama produksi yang sudah berjalan tidak di-rename massal. Rename menyentuh sertifikat TLS, konfigurasi monitoring, Protection Domain di sisi DR, referensi di support case, dan — untuk Incus — nama LV di storage pool.
Yang dilakukan:
- Setiap objek yang tidak sesuai didaftarkan di CMDB dengan Status =
grandfathereddan kolom Target Name berisi nama sesuai standar ini. - Rename hanya dilakukan pada momen yang sudah menyentuh objek itu: rebuild, migrasi cluster, upgrade besar, atau decommission-and-replace.
- Objek baru wajib sesuai standar ini sejak hari approval.
Pemetaan objek existing:
| Nama sekarang | Target Name | Catatan |
|---|---|---|
trim-computes-shr-incus-01 … -04 | trim-phcs-shr-t1-inc01-01 … -04 | computes → phcs + platform; site code ditambahkan; rename node = incus cluster member rename, lakukan saat maintenance window |
trim-vm-t1-stg-aml-smart | trim-vm-stg-t1-aml-smart | sudah dilakukan — urutan env/site diperbaiki |
trim-vm-shr-tx-template-win2022 | tetap | tx diresmikan (K6); nama sudah sesuai |
trim-vm-stg-t1-s21-h2h-permata | tetap sebagai nama instance | Windows domain-joined → tambahkan OS Hostname stg-t1-h2hprm01 |
nas-t1-vmload1 / nas-t1-vmload2 | trim-sto-shr-t1-qnap01 / -qnap02 | HA pair QNAP; portal iSCSI didaftarkan terpisah |
Qnap-Cl01 | trim-cl-shr-t1-qnap01 | Nama cluster HA di appliance; rename berisiko, jadwalkan |
talos-stg-research-01 | trim-vm-stg-t1-k8s01-cp01 (dst.) | Node Talos belum mengikuti pola apa pun |
test-win-01 | — | Objek uji, decommission daripada di-rename |
pool-qnap-hdd-01, vg-qnap-ssd-01 | tetap | Sudah sesuai §8.2 |
14. Aturan Perubahan#
- Nama tidak boleh diubah setelah objek masuk produksi tanpa change request.
- Penambahan token baru ke kamus (§4 dan §5) memerlukan pembaruan dokumen ini beserta versinya.
- Penambahan site code atau company code baru memerlukan approval IT Manager, karena berdampak ke ACL, DNS zone, dan struktur IP plan.
- Setiap cluster baru wajib didaftarkan di IP Plan sebelum imaging dimulai.
- Setiap VM/container baru wajib didaftarkan di CMDB sebelum di-launch.
15. Checklist Verifikasi Sebelum Deploy#
Infrastruktur:
- Semua hostname mengikuti pola §3
- Prefix company (
trim/tram) ada di setiap nama - Site code ada di setiap nama, huruf kecil
- Urutan segmen env → site (bukan site → env)
- Nomor cluster (
ntnx01,pve01,inc01) ada di nama node - Tidak ada token redundan (
hci+ntnx,cl+cluster,computes+inc) - Kolom Kind sesuai kamus §5, kolom Hardware Role terisi
- VIP dan DSIP tidak tertukar, dan keduanya punya IP
- Baris CLUSTER tidak memiliki IP
- Blok backplane sudah didaftarkan dengan gateway
none - Kolom Label terisi hostname node induk untuk seluruh record turunan
- Subnet cluster tidak tumpang tindih dengan cluster lain
- A record dan PTR sudah dibuat
Workload:
- Nama tidak memuat vendor, PIC, tiket, spesifikasi, atau tanggal
- Nomor urut (
-01) ada bila instance akan lebih dari satu - VM Windows: OS Hostname pendek ≤ 15 karakter sudah ditentukan dan dicatat
- Incus lvmcluster: nama instance ≤ 32 karakter & ≤ 6 hyphen
- Incus: rencana nama snapshot ≤ 12 karakter tanpa hyphen
- Sudah terdaftar di CMDB sebelum launch
16. Persetujuan#
| Peran | Nama | Tanggal | Tanda Tangan |
|---|---|---|---|
| Infrastructure Engineer | |||
| Network Engineer | |||
| Security Officer | |||
| IT Manager |
Riwayat Revisi#
| Versi | Tanggal | Perubahan |
|---|---|---|
| 1.0 | 2026-08-03 | Versi awal — hanya objek infrastruktur |
| 2.0 | 2026-08-04 | Digabung dengan Naming VM Conventions: prefix company, kamus site/branch lengkap, environment shr, class ctr, pemensiunan hardware code, aturan workload & Windows NetBIOS, batas device-mapper Incus, tabel migrasi objek existing |